Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MAPALUS https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm <p><strong>Jurnal Pengabdian kepada Masyrakat MAPALUS (JPMM)</strong> adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh <strong>STIKES Gunung Maria Tomohon</strong>, merupakan <em>open acces journal.</em> <strong>JPMM </strong>terbit secara online 2 (dua) kali dalam setahun (<strong>Agustus dan Februari</strong>). </p> <p>Penanggung jawab adalah <strong>Ibu Henny Y. Pongantung, NS.,MSN.,DN.Sc</strong>, Kepala Redaksi adalah <strong>Ibu Dr. Vione D. O. Sumakul, S.Kep.,Ns.,M.Kep</strong> yang membawahi tim editorial dan pengelola <strong>JPMM</strong>.</p> <p>Artikel pengabdian kepada masyarakat yang ada di dalam <strong>JPMM</strong> ini telah melewati tahapan pemeriksaan oleh tim editorial dan mitra bestari sebelum dipublikasi. Tim Editorial dan Mitra Bestari berasal dari berbagai institusi kesehatan di Indonesia dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman penulisn artikel pada jurnal bereputasi dan telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Reviewer artikel <strong>JPMM</strong>. </p> id-ID cyciliaroyke270313@gmail.com (Cicilia K. Lariwu) dianomof@gmail.com (Francelin Dianomo) Fri, 27 Feb 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Edukasi Pencegahan Perilaku Merokok Pelajar SMP Katolik Stella Maris Tomohon Berdasarkan Pendekatan Epidemiologi Perilaku https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/146 <p>&nbsp;</p> <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="359"> <h1>Abstrak: Perilaku merokok pada remaja merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit tidak menular yang berdampak jangka panjang terhadap derajat kesehatan masyarakat. Remaja usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan teman sebaya, sehingga memerlukan upaya pencegahan primer yang sistematis dan berbasis ilmiah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMP Katolik Stella Maris Tomohon dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa mengenai pencegahan perilaku merokok melalui pendekatan epidemiologi perilaku.</h1> <h1>Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi terbuka, aktivitas reflektif, serta pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman siswa. Kegiatan dilaksanakan pada 28 November 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 18 siswa kelas IX. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pengertian rokok, kandungan zat berbahaya, dampak kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, serta perilaku merokok sebagai faktor risiko penyakit. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pengaruh lingkungan dan teman sebaya dalam membentuk perilaku merokok.</h1> <h1>Pendekatan epidemiologi perilaku yang dikombinasikan dengan metode edukasi interaktif terbukti efektif dalam membangun sikap negatif terhadap perilaku merokok dan memperkuat komitmen siswa untuk menghindarinya sejak dini. Kegiatan ini berkontribusi sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bebas rokok</h1> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>&nbsp;</p> priscila asa, Felni Womboiang Hak Cipta (c) 2026 priscila asa, Felni Womboiang https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/146 Tue, 03 Mar 2026 00:00:00 +0700 Edukasi Penerapan K3RS Terkait Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Petugas Sanitasi di RS Hermana Lembean https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/143 <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="359"> <p>Edukasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan perlindungan tenaga kerja terhadap risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, khususnya pada petugas sanitasi yang memiliki paparan tinggi terhadap limbah medis dan bahan infeksius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi penerapan K3RS terkait penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas sanitasi di RS Hermana Lembean. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan intervensi edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi penggunaan APD yang benar sesuai standar K3RS. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman petugas sanitasi mengenai jenis, fungsi, serta prosedur penggunaan APD yang tepat. Edukasi juga meningkatkan kepatuhan dalam penggunaan APD secara konsisten saat bekerja. Dengan demikian, program edukasi K3RS terkait penggunaan APD berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman serta menurunkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja di rumah sakit.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Fadel Banna Palita, Melany Kumayas Hak Cipta (c) 2026 Fadel Banna Palita, Melany Kumayas https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/143 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Berbasis Web untuk Meningkatkan Promosi Kesehatan di Rumah Sakit https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/137 <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="359"> <p><strong><em>Abstrak: </em></strong></p> <p><em>Perkembangan teknologi informasi mendorong rumah sakit untuk memanfaatkan sistem digital dalam meningkatkan efektivitas promosi kesehatan. Namun, penyampaian informasi kesehatan secara konvensional seringkali kurang optimal dalam menjangkau tenaga kesehatan dan pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Kesehatan berbasis web guna meningkatkan promosi kesehatan di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan sistem kepada tenaga kesehatan, serta evaluasi melalui kuesioner terhadap 30 responden yang terdiri dari perawat, dokter, dan petugas administrasi kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat kepuasan, perubahan kesadaran kesehatan, partisipasi dalam program kesehatan, serta tanggapan terhadap pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 80% responden puas terhadap kemudahan akses sistem dan 90% menyatakan sistem membantu memahami program kesehatan. Pengetahuan kesehatan meningkat dari 40% sebelum implementasi menjadi 75% setelah implementasi. Partisipasi dalam program kesehatan juga meningkat dari 30% menjadi 60%. Selain itu, mayoritas tenaga kesehatan merasa pelatihan memadai dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan informasi kesehatan. Kesimpulannya, implementasi Sistem Informasi Kesehatan berbasis web efektif dalam meningkatkan promosi kesehatan, kesadaran, serta partisipasi pengguna di lingkungan rumah sakit.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Ake Royke Calvin Langingi, Gledys Lengkong, Frankly Oktavian Palendeng, Juriko Piter Pandean, James Komaling, Eireine Maria Pandoh, Priscila Evangelin Asa, Jisella Rapar, Gerald Karamoy, Angel Sagai Hak Cipta (c) 2026 Ake Royke Calvin Langingi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/137 Mon, 02 Mar 2026 00:00:00 +0700 SOSIALISASI PENINGKATAN PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA SISWA KELAS XII IPS 2 DI SMA NEGERI 1 TOMOHON https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/153 <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="359"> <p><strong><em>Abstrak: </em></strong><em>Pengetahuan mengenai K3 tidak hanya penting bagi pekerja di dunia industri, tetapi juga perlu diperkenalkan sejak dini kepada pelajar sebagai calon tenaga kerja di masa depan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai konsep dasar keselamatan dan kesehatan kerja. Subjek pengabdian dalam kegiatan ini adalah siswa kelas XII IPS 2 di SMA Negeri 1 Tomohon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pre-test dan post-test. . Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum dilakukan sosialisasi, terdapat 23 siswa (79,31%) yang memiliki pengetahuan sangat baik dan 6 siswa (20,69%) memiliki pengetahuan baik. Setelah dilakukan sosialisasi, jumlah siswa dengan pengetahuan sangat baik meningkat menjadi 27 siswa (93,10%), sedangkan 2 siswa (6,90%) berada pada kategori pengetahuan baik. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi keselamatan dan kesehatan kerja mampu meningkatkan pengetahuan siswa kelas XII IPS 2 di SMA Negeri 1 Tomohon mengenai konsep K3 serta pentingnya penerapan prinsip keselamatan dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Ifka Wangi Kobis Kobis, Greita Marya Selina Timpal, Melany Kumayas Hak Cipta (c) 2026 Ifka Wangi Kobis Kobis, Greita Marya Selina Timpal, Melany Kumayas https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/153 Fri, 06 Mar 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Kemampuan Bersosialisasi Anak Tuna Grahita Melalui Program Stimulus Interaksi Sosial Berbasis Aktivitas Kelompok https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/149 <p><em>Anak tuna grahita memiliki keterbatasan dalam fungsi intelektual dan kemampuan adaptif yang berdampak pada rendahnya keterampilan interaksi sosial. Kondisi ini menuntut adanya intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan guna mengoptimalkan kemampuan bersosialisasi mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak tunga grahita melalui program stimulus interaksi sosial berbasis aktivitas kelompok yang dilaksanakan di Panti Tuna Grahita Santa Anna Tomohon. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, perencanaan program, pelaksanaan aktivitas kelompok, serta evaluasi perkembangan peserta.Aktivitas kelompok dirancang dalam bentuk permainan edukatif, simulasi peran, diskusi sederhana, dan Kerjasama tim yang menekankan pada komunikasi, empati, dan keterampilan berbagi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam memulai percakapan, merespon instruksi, bekerja sama, serta menunjukkan sikap saling menghargai. Anak-anak tampak lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan teman sebaya maupun pendamping. Pendekatan berbasis aktivitas kelompok terbukti efektif karena memberikan kesempatan belajar melalui pengalaman langsung dalam suasana yang menyenangkan dan suportif.</em></p> Eireine Pandoh, Meylani Wowor, Stella Rasu, Kansia Terok Hak Cipta (c) 2026 Eireine Pandoh, Meylani Wowor, Stella Rasu, Kansia Terok https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/149 Wed, 04 Mar 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Workplace Stretching Untuk Pencegahan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Di Unit Laundry RS Gunung Maria Tomohon https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/145 <p><em>Musculoskeletal Disorders</em><em> (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak terjadi akibat aktivitas repetitif, postur tidak ergonomis, dan durasi kerja yang panjang. Pekerja unit laundry rumah sakit termasuk kelompok yang berisiko tinggi karena aktivitas fisik intensif seperti mengangkat, menyortir, mencuci, dan menyetrika dalam waktu lama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan program workplace stretching sebagai upaya preventif untuk menurunkan risiko keluhan muskuloskeletal pada pekerja Unit Laundry RS Gunung Maria Tomohon.</em><em>Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, simulasi, dan diskusi partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi difokuskan pada pemahaman risiko MSDs dan prinsip ergonomi kerja, dilanjutkan dengan praktik langsung gerakan peregangan yang menargetkan otot leher, bahu, punggung, pinggang, lengan, dan tungkai.</em><em>Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengikuti rangkaian gerakan dengan baik serta memahami manfaat peregangan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Secara subjektif, peserta melaporkan berkurangnya ketegangan otot dan rasa pegal setelah melakukan peregangan selama 10–15 menit. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran untuk menerapkan peregangan secara rutin sebelum dan selama bekerja.</em><em>Program workplace stretching terbukti mudah diterapkan, berbiaya rendah, dan berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan apabila diintegrasikan dalam kebijakan internal rumah sakit.</em></p> Fransiskus Zaverius Dotulong, Yuke Tyneke Darado Hak Cipta (c) 2026 Fransiskus Zaverius Dotulong, Yuke Tyneke Darado https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/145 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Manajemen Pelayanan Kesehatan dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien di Puskesmas https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/139 <p><em>Pelayanan kesehatan primer dituntut memberikan layanan yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Namun, masih ditemukan permasalahan seperti waktu tunggu yang lama, persepsi kurang optimal terhadap keramahan petugas, serta tingkat kepuasan yang belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi manajemen pelayanan untuk meningkatkan mutu layanan dan pengalaman pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien melalui perbaikan sistem manajemen pelayanan Kesehatan di Puskesmas Ratahan Timur.</em></p> <p><em>Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, penyusunan dan penerapan perbaikan alur pelayanan, penguatan standar operasional prosedur, serta peningkatan komunikasi dan responsivitas petugas. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan indikator skor rata-rata kepuasan, persentase pasien kategori “Puas” dan “Sangat Puas”, keluhan waktu tunggu, serta persepsi terhadap keramahan dan responsivitas petugas.</em></p> <p><em>Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata kepuasan dari 3,20 menjadi 4,22 (31,9%). Persentase pasien kategori “Puas” dan “Sangat Puas” meningkat dari 65% menjadi 85%. Keluhan waktu tunggu menurun, dan persepsi terhadap keramahan serta responsivitas petugas meningkat dari kategori “cukup” menjadi “baik–sangat baik”.</em></p> <p><em>Disimpulkan bahwa optimalisasi manajemen pelayanan efektif meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pasien secara signifikan serta layak diterapkan secara berkelanjutan di Puskesmas Ratahan Timur</em></p> Grace Irene Viodyta Watung, Finni Fitria Tumiwa, Marieska Waworuntu, Marsel Reymon Taher, Apricilia Pandey, Reivina Rumengan Hak Cipta (c) 2026 Grace Irene Viodyta Watung, Finni Fitria Tumiwa, Marieska Waworuntu, Marsel Reymon Taher, Apricilia Pandey, Reivina Rumengan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/139 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0700 Penyuluhan Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Taman Kanak-kanak GMIM Betel Kembuan di Desa Kembuan Kecamatan Tondano Utara https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/150 <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="359"> <p><strong><em>Abstrak: </em></strong><em>Kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa terkait penerapan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan edukasi dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif dan demonstrasi praktik langsung, yang mencakup pemahaman konsep PHBS, manfaat hidup bersih dan sehat, praktik enam langkah mencuci tangan yang benar, serta teknik menggosok gigi yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam tiga ranah pembelajaran, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada ranah kognitif, siswa mampu menjelaskan kembali definisi dan manfaat PHBS dengan bahasa mereka sendiri. Pada ranah afektif, siswa menunjukkan sikap penerimaan yang baik, perhatian penuh terhadap materi, serta antusias dalam memberikan umpan balik selama proses pembelajaran. Sementara itu, pada ranah psikomotorik, siswa mampu mempraktikkan secara langsung enam langkah mencuci tangan dan teknik menggosok gigi dengan benar sesuai demonstrasi yang diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang mengintegrasikan ceramah, diskusi, dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat kesadaran dan kemampuan siswa dalam menerapkan PHBS sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, sehingga berpotensi mendukung peningkatan kesehatan individu dan lingkungan sekolah secara berkelanjutan.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Stella Rasu, Eireine Maria Pandoh, Kansia Terok, Jhosua Simbar Hak Cipta (c) 2026 Stella Rasu, Eireine Maria Pandoh, Kansia Terok, Jhosua Simbar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/jpmm/article/view/150 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0700